Konsumsi Kedelai Dapat Menyebabkan Kanker?

Konsumsi Kedelai Dapat Menyebabkan Kanker?
Konsumsi Kedelai Dapat Menyebabkan Kanker?

Bolehkah saya makan kedelai? Apakah benar kedelai dapat menyebabkan kanker saya bertambah parah? Atau Apakah benar wanita tidak boleh mengkonsumsi kedelai karena nanti bisa kanker payudara? dan sebagainya. Jadi, saya akan bahas di artikel kali ini, apakah hal ini benar atau hanya mitos. Jadi sobat sehat, kita semua, terutama yang tinggal di Indonesia. Saya bisa katakan kedelai itu adalah makanan sehari-hari. Saya rasa tidak ada satu pun di meja makan anda yang tidak memakai bahan dari kedelai.Kecap, pasti ada. Tahukah anda bahwa kecap itu terbuat dari kedelai? Di Indonesia sendiri, kedelai diolah menjadi berbagai macam makanan. Seperti tahu, tempe, tauco, kemudian susu kedelai dan lain sebagainya. Dan ini sudah lama sekali kita konsumsi.

Dan bukan hanya di Indonesia. Di Jepang, kedelai juga merupakan bahan makanan utama. Di Jepang, tahu dikenal dengan nama tofu. Saya pernah membahas di salah satu artikel saya. Yaitu Mengapa orang Jepang bisa berumur panjang sampai 100 tahun.Salah satu rahasia mereka adalah tofu.Namun akhir-akhir ini, banyak yang mengatakan bahwa mereka yang mengkonsumsi kedelai,terutama pada wanita akan dapat menyebabkan kanker payudara dan kanker serviks. Kemudian pada pria, dikatakan bahwa mereka yang suka mengkonsumsi kedelai akan menurunkan kadar level testosteron mereka.

Dan juga dikatakan bahwa pria yang suka mengkonsumsi kedelai dapat memperbesar payudara mereka.Dan apakah semua hal ini benar? Jadi dari penelitian yang pernah saya baca,dikatakan bahwa tidak ada korelasi antara pertumbuhan sel kanker pada payudara ataupun serviks untuk mereka yang mengkonsumsi kedelai.
Dan juga pada pria, saya pernah membaca penelitian bahwa memang benar tikus yang diberikan isoflavone dengan dosis 20 miligram per hari dapat menurunkan kadar testosterone hingga 35%. Tetapi jika hal ini diterapkan pada manusia, pada pria dengan berat badan sekitar 80 kg, maka pria tersebut harus mengkonsumsi 54 cangkir soymilk atau susu kedelai. Dan menurut saya, hal ini tidak mungkin.

Jadi dalam satu hari, harus mengkonsumsi 54 cangkir.Sebelum level testosteron™nya menurun, tentu saja pria ini sudah mati kekenyangan.Kemudian ada yang mengatakan juga bahwa pria yang mengkonsumsi kedelai dapat memperbesar payudaranya. Ini adalah mitos.Mengapa? Karena banyak sekali dari mereka yang mengkonsumsi kedelai,mereka yang vegan atau vegetarian untuk mengganti protein dari hewani menjadi protein nabati.Dan salah satunya yang populer adalah kedelai, karena paling mudah didapat.Kemudian diikuti dengan almond dan sebagainya. Jadi, hal ini adalah mitos.Yang sekarang masih menjadi kontroversi adalah kedelai dengan modifikasi genetik atau disebut dengan GMO. Jadi disini akan saya bacakan. Sekitar 93% kedelai di US dan 79% di seluruh dunia adalah hasil GMO.

Dan sampai saat ini, belum ada penelitian tentang konsumsi kedelai GMO yang benar-benar berbahaya bagi kesehatan.Dan sebenarnya, bukan hanya kedelai yang mengalami GMO. Yang dimodifikasi genetik.Sebenarnya, banyak produk makanan lainnya yang juga mengalami GMO.Dan disini dikatakan bahwa belum ada penelitian yang menyatakan bahwa hal ini benar-benar berbahaya. Satu lagi yang justru berbahaya sebenarnya adalah penggunaan pestisida secara berlebihan. Jadi kita tahu bahwa fungsi pestisida adalah untuk membunuh serangga. Untuk membunuh hama agar hasil panen lebih besar.Tetapi, bukan hanya biji-bijian saja yang terkontaminasi oleh pestisida tadi.Jika penggunaan pestisida terlalu besar dan tidak ada kontrolnya, maka air juga akan tercemar.

Akhirnya, pakan dan air untuk ternak itu mengandung pestisida. Jadi ternak yang mengkonsumsi makanan yang tercampur pestisida tadi, dagingnya pun akan terkontaminasi.
Lalu, kita yang makan. Jadi seperti itu. Jadi kesimpulannya adalah : tidak ada penelitian (sampai saat ini yang saya tahu) yang menyatakan bahwa konsumsi kedelai dapat meningkatkan pertumbuhan sel kanker atau dapat menyebabkan kanker. Kemudian penurunan level testosterone, pertumbuhan payudara pada seorang pria.

Jadi hal itu semua sampai saat ini adalah mitos. Dan bagi teman-teman yang suka membaca, mungkin dapat berita atau punya jurnal yang menyatakan bahwa ada penelitian baru. Silahkan anda comment di bawah ini dan berikan link’nya pada kami. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda semua. Dan dapat menambah wawasan anda semua.

Sekian artikel saya kali ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*