Berbagai Jenis Kelainan Darah Pada Diri Manusia

Kelainan Darah

Berbagai Jenis Kelainan Darah

Berbagai Jenis Kelainan Darah – Pada vertebrata, darah terbagi menjadi dua bagian, yakni sel darah dan plasma darah. 55% cairan darah adalah plasma darah. Plasma sendiri mayoritas terdiri dari air (92%) dan pun berisi protein, glukosa, ion, hormon, dan karbondioksida. Sel darah terdiri atas sel darah putih/ leukosit, keping darah/ trombosit dan sel darah merah/ eritrosit,. Ada sekian banyak macam kelainan darah yang bisa menyerang plasma maupun sel darah. Berikut ialah contoh-contoh kelainan darah:

1. Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit keturunan yang lumayan langka. Penderita hemofilia merasakan kelainan pembekuan darah sampai-sampai bila terluka lukanya bakal sulit memblokir atau sembuh. Kelainan ini tergolong kelainan genetik atau keturunan. Ada sejumlah macam hemofilia menurut kekurangan hal pembekuan darah. Penderita hemofilia tipe A kekurangan hal pembekuan darah yang disebut hal pembekuan VIII, penderita hemofilia tipe B kekurangan hal pembekuan IX, dan penderita hemofilia tipe C kekurangan hal pembekuan XI. Sebagian besar penderita hemofilia adalah laki-laki. Perempuan karier atau pembawa gen hemofilia seringkali tidak menderita hemofilia.

 

2. Penyakit von Willebrand

Penyakit von Willebrand nyaris serupa dengan hemofilia sebab penderitanya sama-sama merasakan gangguan pembekuan darah. Perbedaan hemofilia dan penyakit von Willebrand ada pada pola penurunannya. Hemofilia diturunkan melewati kromosom X sampai-sampai pada perempuan kemungkinannya menjadi karier tanpa fenomena hemofilia atau meninggal saat dicetuskan dan pada lelaki kemungkinanya sehat atau menderita hemofilia. Dengan kata lain, penderita hemofilia nyaris semuanya berjenis kelamin pria. Sementara, penyakit von Willebrand diturunkan secara autosomal sehingga dapat diturunkan secara merata pada kedua jenis kelamin. Umumnya, penyakit von Willebrand ditemukan pada wanita

3. Leukemia

Leukemia; dalam bahasa Yunani leukos λευκός, “putih”; aima αίμα, “darah”), atau lebih dikenal sebagai kanker darah adalah penyakit dalam klasifikasi kanker pada darah atau sumsum tulang yang ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid, lazimnya terjadi pada leukosit (sel darah putih). Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini terbit dari sumsum dan bisa ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia memengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.

4. Trombositopenia

Trombositopenia ialah kondisi yang terjadi dampak kurangnya jumlah platelet atau trombosit, sel darah yang berperan urgen pada proses pembekuan darah. Kondisi ini barangkali merupakan dampak dari masalah kesehatan atau efek dari obat-obatan tertentu. Trombositopenia bisa menjadi situasi yang enteng dan melulu menyebabkan sejumlah tanda-tanda atau gejala. Pada permasalahan yang langka, jumlah trombosit bisa menjadi paling rendah di mana perdarahan internal yang riskan dapat terjadi.
Banyak urusan yang dapat mengakibatkan trombositopenia, antara beda gangguan pada sumsum tulang, kehancuran limpa, kehancuran trombosit, dan lain-lain.

5. Anemia

Anemia ialah suatu situasi tubuh yang terjadi saat sel-sel darah merah (eritrosit) dan/atau Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah berada dibawah nilai normal (kurang darah). Hemoglobin ialah bagian utama dari sel darah merah yang bermanfaat mengikat oksigen. Jika seseorang kelemahan sel darah merah, atau hemoglobin yang normal, maka sel-sel dalam tubuh tidakbakal mendapatkan oksigen yang cukup, akibatnya tumbullah fenomena anemia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*